![]() |
Sumber : typemoon.wikia.com |
Dalam Great
Holy Grail War ini dia tidak memihak fraksi merah ataupun fraksi hitam. Dia
akan ikut bertempur bila servant yang dia lawan mencoba memusnahkan manusia,
ataupun serangan yang berasal dari lawan akan berdampak pada manusia. Seperti ketika
lancer dari fraksi hitam mulai tidak dapat dikontrol dan akan mengakibatkan
banyak manusia yang musnah. Servant ruler ikut bertarung membantu fraksi merah melawan
lancer fraksi hitam yang identitasnya adalah seorang drakula atau vampire.
Jeanne d’Arc.
Dikenal sebagai salah satu pahlawan wanita perancis. Jeanne d’Arc lahir di
Lorraine, Perancis, 6 Januari 1412 – meninggal di Rouen, Normandia, Perancis,
30 Mei 1431 pada umur 19 tahun. Di Perancis ia dijuluki La Pucelle yang berarti
“sang dara” atau “sang perawan”. Ia mengaku mendapat suatu pencerahan, yang
dipercayainya berasal dari Tuhan, dan menggunakannya untuk membangkitkan
semangat pasukan Charles VII untuk merebut kembali bekas wilayah kekuasaan
mereka yang dikuasai Inggris dan Burgundi pada masa Perang Seratus Tahun.
Jeanne
dilahirkan di Domrémy pada tahun 1412 dari Jacques d’Arc dan Isabelle Romée.
Orang tuanya adalah petani yang memiliki lahan sekitar 50 hektar. Ayahnya juga
menduduki jabatan kecil di pemerintah daerah setempat dan bertugas mengumpulkan
pajak serta mengepalai keamanan kota. Keluarga mereka tinggal pada suatu daerah
terisolasi di wilayah timur laut yang tetap setia pada Perancis walaupun
dikelilingi oleh daerah kekuasaan Burgundi. Beberapa penyerangan terjadi pada
masa kecil Jeanne, di mana pada salah satu serangan, desanya dibakar.
Jeanne mengaku
bahwa ia mendapatkan pencerahan (vision) pertamanya sekitar 1424. Menurutnya,
St. Michael, St. Catherine, dan St. Margaret menyuruhnya mengusir Inggris dan
membawa sang dauphin ke Reims untuk diangkat menjadi raja. Pada umur enam belas
tahun (1428), ia meminta salah seorang keluarganya, Durand Lassois, untuk
membawanya ke Vaucouleurs. Ia meminta komandan garnisun setempat, Count Robert
de Baudricourt, untuk izin mengunjungi balairung agung Perancis di Chinon. Jawaban
sarkastik Baudricourt tidak menciutkan niatnya. Ia kembali lagi pada bulan
Januari dan berhasil mendapat dukungan dua orang: Jean de Metz dan Bertrand de
Poulegny. Dengan dukungan mereka, ia berhasil memperoleh kesempatan kedua untuk
bicara di mana ia berhasil membuat ramalan mengenai kekalahan di Pertempuran
Herrings di dekat Orléans.
![]() |
Sumber : wildanrenaldi.wordpress.com |
Setelah
pemahkotaan tersebut, pasukannya mencoba operasi militer lanjutan, yang sayangnya
kurang berhasil. Jeanne menolak untuk mundur bahkan ketika ia terluka sewaktu
mencoba merebut Paris pada musim gugur tahun itu. Akibat intrik di istana,
sejak saat itu ia hanya mendapatkan pasukan kecil, dan akhirnya ditangkap pada
musim semi berikutnya pada pertempuran di Compiègne. Pengadilan berbau politis
yang diadakan Inggris mendakwanya melakukan bidah (ajaran sesat). Penguasa
setempat Inggris – John dari Bedford – memerintahkan untuk menghukum Jeanne
dengan dibakar hidup-hidup di Rouen. Ia menjadi pahlawan bangsanya pada umur
tujuh belas tahun, tapi wafat pada umur sembilan belas tahun.
Dua puluh empat
tahun kemudian, setelah Inggris berhasil diusir dari Perancis, ibunya –
Isabelle – berhasil meyakinkan Inquisitor-General, dan Paus Kallixtus III untuk
membuka kembali kasus Jeanne. Proses ini akhirnya berhasil menggugurkan dakwaan
yang ditujukan kepadanya oleh Inggris[3]. Paus Benediktus XV melakukan
kanonisasi terhadap Jeanne pada 16 Mei 1920.
Jeanne adalah
tokoh penting dalam sejarah atau budaya barat. Sejak zaman Napoleon hingga
kini, politisi Perancis dari berbagai partai telah membangkitkan kenangan
terhadapnya. Banyak penulis dan komponis, termasuk Shakespeare, Voltaire,
Schiller, Verdi, Tchaikovsky, Twain, Shaw, dan Brecht, telah menciptakan
berbagai karya mengenai dirinya.
![]() |
Sumber : kisah-orangkudus.blogspot.co.id |
EmoticonEmoticon