![]() |
Sumber : http: typemoon.wikia.com |
Caster Of Red
memilii identitas asli yang bernama William Shakespeare. Awalnya Caster
dipanggil oleh Jean Rum yang berasal dari fraksi merah dalam Great Holy Grail
War. Shirou Kotomine mengambil Command Seal dari master caster sebelum caster
vertemu masternya. Karena Command Seal milik master caster berada di tangan
Shirou maka secara resmi caster menjadi servant milik shirou.
Meskipun Shakespeare
dipanggil dalam kelas caster anehnya dia tidak ikut serta bertempur di garis
depan. Meskipun tidak ikut bertempur caster memiliki kemampuan meramal dan ikut
serta membantu shirou menyusun strategi untuk mengalah kan fraksi hitam.
Sejarah William Shakespeare
![]() |
Sumber : wikipedia.org |
William
Shakespeare 26 April 1564 – 23 April 1616 ) adalah seorang penyair dan dramawan
Inggris, secara luas dianggap sebagai penulis terbesar dalam bahasa Inggris dan
dramawan unggulan di dunia. Ia sering disebut penyair nasional Inggris dan ”
Bard of Avon. Karya yang masih ada -Nya , termasuk beberapa kolaborasi ,
terdiri dari sekitar 38 drama , 154 soneta , dua puisi narasi yang panjang ,
dan beberapa ayat lain.
Shakespeare
lahir di Stratford-upon-Avon, Inggris, pada bulan April 1564, sebagai putra
John Sekspeare dan Mary Arden. Ayah William cukup kaya ketika ia lahir dan
memiliki bisnis pembuatan sarung tangan namun kemudian ia menjadi agak miskin
setelah menjual wol secara ilegal. Shakespeare tidak mengikuti jejak ayahnya.
Pada zaman itu, sekolah umum baru dimulai di Inggris. Sebelumnya, hampir semua
anak tidak tahu cara membaca dan menulis, mereka hanya belajar suatu
keterampilan atau bertani. Shakespeare pergi ke salah satu sekolah umum yang
baru ini. Ia belajar Latin, yang merupakan bahasa semua kaum terpelajar, tidak
peduli dari negara mana mereka berasal. Dari London ke Lisbon, dari Aleksandria
ke Konstantinopel, dari Tunis ke Yerusalem, semua orang terpelajar berbicara
Latin dan bahasa ibu mereka. Semua dokumen penting, baik dokumen negara, gereja,
atau perdagangan, ditulis menggunakan Latin.
Shakespeare
juga mempelajari karya-karya para penulis dan filosofer dari Yunani Kuno dan
Romawi. Lebih dari 100 tahun berlalu sejak Johannes Gutenberg memperkenalkan
percetakan ke Eropa pada tahun 1452. Shakespeare dan orang Inggris lain yang
dapat membaca ─ dan mampu membeli ─ buku-buku menjadi akrab dengan kisah-kisah
dari berbagai tempat seperti Italia, Perancis, Asia Minor, dan Afrika Utara.
Beberapa kisah-kisah ini menjadi dasar cerita-cerita terbesar Shakespeare.
Contohnya, The Golden Ass karya Apuleius, sebuah kisah kuno dari Afrika Utara,
kemungkinan merupakan kisah yang menginspirasikan Impian di Tengah Musim.
Shakespeare meminjam cerita untuk Romeo dan Juliet dari seorang penulis Inggris
lain, yang mendapatkannya dari seorang penulis Perancis, yang menerjemahkannya
dari kisah abad ke-16 oleh Luigi da Porta dari Italia yang bersumpah bahwa
cerita tersebut adalah berdasarkan cerita nyata.
Di dalam dunia
Shakespeare, terdapat susunan-susunan yang telah diterima secara umum. Hampir
semua orang di Inggris adalah Kristen. Di hierarki terbawah terdapat kaum
pekerja, di atasnya para petani dan pedagang, lalu para pendeta dan pengawal,
lalu naik lagi para kesatria, tuan tanah, uskup agung, dan para adipati. Sang
monarki bertakhta di puncak tatanan sosial. Di Inggris, monarki tersebut adalah
Ratu Elizabeth I (yang dilanjutkan dengan kemenakannya, James I).
Elizabeth I
memerintah Inggris hampir selama hidup Shakespeare. Pada zaman tersebut tidak
ada peperangan. Diplomasi sang ratu membuat kedua seterunya Perancis dan
Spanyol terjaga seimbang. Perdagangan berkembang. London menjadi kota yang
padat, ramai, dan penuh dengan peluang. Rumah-rumah sandiwara dibangun di
London; teater-teater tersebut adalah tempat yang populer dikunjungi
masyarakat.
Sistem kelas
pada zaman Shakespeare dapat saja sudah memiliki susunan-susunan, namun hal
tersebut tidak statis. Orang-orang mulai berpikir tentang mereka sendiri.
Shakespeare hidup di zaman Renaisans yang berarti "kelahiran kembali"
yang terjadi pada abad ke-15 hingga abad ke-17 di Eropa.
![]() |
Sumber : www.biography.com |
Pada awal
1590-an, William Shakepseare mengokohkan dirinya sebagai seorang penulis
sandiwara dan aktor di London. Selain itu, ia juga memiliki bagian dari rumah
sandiwara tempat ia dan teman-temannya bermain. Itu mungkin adalah sumber
penghasilannya. Shakespeare menikahi Anne Hathaway, yang delapan tahun lebih
tua darinya, pada tanggal 28 November 1582 di Temple Grafton, dekat Stratford.
Anne kala itu hamil tiga bulan. Bersama-sama mereka dikaruniai tiga anak:
Susanna, dan si kembar Hamnet dan Judith. Istri dan ketiga anaknya tinggal di
Stratford, dan kemungkinan besar Shakespeare pergi mengunjungi mereka setahun
sekali. Pada tahun 1596 Hamnet meninggal dunia. Karena kemiripan nama, banyak
orang berpikir bahwa hal ini mengilhaminya untuk menulis The Tragical History
of Hamlet, Prince of Denmark.
Shakespeare
menjadi orang teater yang sangat terkenal, sangat populer, dan sangat kaya.
Ratu Elizabeth I sangat menyukai karya-karyanya; begitu pula dengan Raja James
I, penerusnya. Pada pemerintahan James I, Shakespeare dan kawan-kawan terkenal
dengan sebutan "Orang-orang Raja" karena Raja James I adalah
pengunjung mereka yang spesial. Shakespeare dan Orang-orang Raja bermain di
istana kerajaan, di teater Globe dan di rumah sandiwara mereka, dan teater
Blackfriars. Untuk mendapatkan lebih banyak uang, mereka juga mengadakan tur
keliling Inggris, terutama pada saat-saat wabah penyakit menjangkit Inggris.
Orang-orang
zaman Elizabeth tidak memandang pemain atau penulis sandiwara adalah pekerjaan
yang terhormat. Pergi ke teater pada zaman tersebut tidak sama seperti pergi ke
teater pada saat ini, hal itu lebih seperti pergi menonton pertandingan sepak
bola!
Puluhan ribu
orang yang memadati untuk melihat sandiwara Shakespeare akan dapat mendengar
1700 kata yang diciptakan oleh Shakespeare. Banyak kata-kata ciptannya yang
saat ini masih digunakan. Contohnya: "deafening" (menulikan), "
hush", " hurry" (lekas), " downstairs" (di bawah),
" gloomy" (sedih), " lonely" (sendirian), "
embrace" (pelukan), " dawn" (senja). Ejaan yang digunakan
Shakespeare pun berbeda dari zamannya. Orang-orang zaman Elizabeth mengeja
kata-kata seperti yang tertulis, seperti Latin dan Indonesia. Tidak ada cara
"yang benar" untuk mengeja. Orang-orang menulis suatu kata seperti
ejaan yang mereka inginkan. Jika ingin menulis "me" (saya) tapi ingin
memberikan penekanan pada kata tersebut, maka kata tersebut akan dituliskan
"mee". Jika sang penulis ingin kata tersebut dibaca seperti orang
berteriak dari atap rumah, maka kata tersebut akan dituliskan "Meee".
Dalam teks
Shakespeare akan dijumpai kata "stayed" (tinggal) dieja "stay'd",
karena Shakespeare ingin mengucapkan kata tersebut sebagai satu suku kata
(baca: 'steid') seperti ejaan bahasa Inggris sekarang, bukan dua suku kata
(baca: 'stei-ed'). Bahasa Inggris modern banyak menggunakan penulisan dari
zaman dahulu namun dengan menggunakan ejaan yang baru. Contohnya kata
"knight" (kesatria) dulunya dieja sama seperti tulisannya (baca:
'k-ni-gh-t' 4 suku kata). Di dalam budaya oral seperti zaman Shakespeare,
orang-orang memedulikan detail intonasi, nada suara, dan bunyi yang ditimbulkan
pada waktu mereka berbicara sehingga bahasa lisan yang digunakan lebih kaya
pada zaman dahulu daripada zaman sekarang.
William
Shakespeare menulis selama dua puluh lima tahun, menciptakan tiga puluh enam
hingga tiga puluh sembilan karya yang diketahui hingga saat ini. Topik yang
dicakup beragam mulai dari roman komik hingga perang saudara, dari permainan
domestik hingga kejadian politis yang menggegerkan dunia. Namun tiga hal yang
mendasari seluruh karyanya adalah pertanyaan-pertanyaan: Apa artinya untuk
hidup? Bagaimana cara kita hidup? Apa yang harus kita lakukan?
Shakespeare
berhenti menulis pada tahun 1611 dan meninggal dunia beberapa tahun kemudian
pada 1616. Sampai wafatnya ia tetap menikah dengan Anne. Pada batu nisannya
tertulis: "Blest be the man who cast these stones, and cursed be he that
moves my bones." (bahasa Indonesia: "Terbekatilah ia yang menaruh
batu-batu ini, dan terkutuklah ia yang memindahkan tulang-tulangku.")
EmoticonEmoticon